Friday, May 24, 2019

Cara Pengendalian Hama Keong Mas di Sawah Secara Alami

Keong Mas pada tanaman padi

Dalam usaha budidaya padi kita para petani tidak terlepas dari hama, baik itu hama yang mengganggu pertumbuhan padi maupun hama yang mengganggu batang padi. Berdasarkan dari hasil pengalaman kami pribadi dalam usaha budidaya padi, kami sangat banyak menemukan kendala terutama hama keong mas (Pomacea canaliculata/Golden Apple Snail). 

Keong mas ini hidup di lahan persawahan dan pada saat musin kemarau, keong mas ini dapat bertahan hidup dengan cara masuk ke dalam ke dalam tanah sampai 6 bulan dan pada saat musim penghujan dia keluar dari tanah. Keong ini bertelur pada malam hari dan telurnya itu diletakkan pada daun-daun, kayu atau apasaja yang tidak terkena air. Telur tersebut berwarna merah orange dan berubah warna orange muda keputihan saat telur tersebut akan menetes. Satu keong muda ini dapat menghasilkan telur  1.000 - 1.200 perbulan, coba Anda bayangkan bagaimana kalau terdapat 50 keong muda, bisa puluhan ribu kan kalau sempat menetasnya.

Pada umumnya keong ini memakan bagian dari tanaman baik jenis Azolla, Tanaman padi atau tanaman lainnya yang tumbuh di air. Diantara bagian tanaman yang disukainya adalah tanaman muda dan yang masih lembut, karena itu keong ini menjadi hama pada tanaman padi pada waktu 1 -14 HST (Hari setelah tanam) atau 4 - 30 hari setelah tabur benih langsung. Dia akan memakan semua tanaman padi mudah mulai dari akar, daun dan batang padi.

Keong mas bisa memakan semua bibit tanaman padi sampai umur padi 15 HST, apabila umur padi sudah mulai bertambah, maka serangan hama ini sudah mulai berkurang, dikarenakan batang, daun dan akar padi sudah keras dan umur padi 20 hari keatas hama ini tidak lagi menyukainnya.

Pencegahan hama keong ini dapat dilakukan sebelum bibit padi ditanam dan paling lambat 1 minggu setelah tanam tetapi yang paling efektif dilakukan pencegahan sebelum bibit padi ditanam.

Dibawah ini ada beberapa Tips Pengendalian hama keong mas di lahan persawahan, yaitu sebagai berikut :
  • Sebelum/setelah bibit padi ditanam, keringkan lahan persawahan/genangan air sawah 0-2 cm dan semua saluran air masuk dan keluar di tutup minimal 3 hari.
  • Lakukan pungutan hama ini secara berkala kurang lebih 3 x dalam seminggu.
  • Apabila terdapat telur-telurnya jatuhkan telurnya ke dalam air, supaya telah itu tidak dapat menetas.
  • Berikan pakan atau daun yang disukai oleh keong ini, seperti daun pepaya atau daun singkong guna untuk memudahkan dilakukan pungutan hama keong, atau anda bisa juga memberikan daun kipahit dengan cara menebarkan daun kipahit pada area yang diserang oleh hama keong ini.
Demikian cara dan tips pengendalian hama keong mas di lahan persawahan, dan kami sering melakukan secara rutin. Menurut hemat kami kalau kita menggunakan racun maka keong ini akan mati dan meninggalkan paruhnya yang tajam, sehingga apabila terinjak kaki maka akan mudah kaki berdarah. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan untuk para petani.


Add Comments


EmoticonEmoticon