Friday, June 19, 2020

Begitu Cintanya Nabi Muhammad SAW Kepada Kita Umatnya


Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah ﷻ untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad,
Allah berpesan kepada malaikat Jibril
“Hai Jibril, jika kekasihku menolaknya, laranglah Izrail melakukan tugasnya!” Sungguh berharganya manusia yang satu ini yang tidak lain adalah Nabi Muhammad ﷺ...

Di rumah Nabi Muhammad ﷺ, Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam...
“Bolehkah saya masuk?” tanyanya... Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk sambil berkata, “Maafkanlah, ayahku sedang demam” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu... Kemudian Fatimah kembali menemani Nabi Muhammad SAW yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”. “Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, karena baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang...

“Ketahuilah wahai anakku, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia... Dialah malaikatul maut” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya...
Malaikat maut pun datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya... Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut Ruh kekasih Allah ﷻ dan penghulu dunia ini...

“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu” kata malaikat Jibril... Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan...
“Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya malaikat Jibril lagi...
“Kabarkan kepadaku bagaimana Nasib Umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar bahwa Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan Surga bagi siapa saja, kecuali Umat Muhammad telah berada di dalamnya” kata malaikat Jibril...
Detik-detik semakin dekat, saatnya malaikat Izrail melakukan tugasnya. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, TIMPAKAN SAJA SEMUA SIKSA MAUT INI KEPADAKU, JANGAN PADA UMATKU”

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum" (Peliharalah Shalat dan Peliharalah Orang-Orang Lemah Di Antaramu)”. Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii! (Umatku, umatku, umatku)”. Dan, berakhirlah hidup manusia yang paling mulia yang memberi Sinaran itu...

Menurut jumhur ulama sebagian Sakitnya Sakarotulmaut Seluruh umat Nabi muhammad sudah dilimpahkan kepada Sayyidina Muhammad....
Betapa mendalam cinta Rasulullah kepada kita Ummatnya, bahkan diakhir kehidupannya hanya kita yang ada dalam fikirannya... Sakitnya sakaratul maut itu tetapi sedikit sekali kita mengingatnya bahkan untuk sekedar menyebut Mengagungkan Pangilan Nabinya...
Allahumma sholli 'alaa Sayyidina Muhammad wa 'ala ali Sayyidina Muhammad....
Mudah2an kita termasuk ummatnya yg nanti di hari kiamat akan mendapatkan Syafaat baginda Rosulullah ﷺ, aamiin.....

Semoga kelak di akherat nanti akan berkumpul bersama Rasulullah dan mendapatkan Syafa'atnya  Baginda kita, Rasulullah Muhammad ﷺ....

Thursday, June 18, 2020

Kalam Abah Guru Sekumpul Tentang Shalawat


"Orang yang membaca sholawat, maka ia akan merasakan surganya dunia, sebelum merasakan surganya akhirat, dan sholawat Itu penerang hati",
"Makhluk tidak bisa cinta dengan Allah kecuali melalui Rasulullah"
"Mulai di dunia sampai di alam barzakh tidak ada yang paling nyaman selain makrifat. Supaya lekas makrifat perbanyaklah sholawat"
"Sebaik-baik dan seindah-indah lamunan / khayalan, ialah menghadirkan kekasih hati (Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam)"

"Akhir zaman yang seperti ini jalan yang paling mudah menuju hadhrot Allah adalah dengan memperbanyak sholawat"
"Aku dijalankan guruku di jalan sholawat, maka aku juga menjalankan muridku di jalan sholawat (memperbanyak baca sholawat

آللهم صلى وسلم على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم

Allahumma berkat Rasulullah, berkat wali-waliyullah, berkat guru-guru kami yaAllah. Mudah-mudahan kita semua, bapak ibu kami, keluarga kami, tetangga kami dan orang-orang yang cinta kepada kami ya Allah...

Mendapat ampunan segala dosa dan kesalahan lahir batin seumur hidup, mendapat rahmat yang luas, selamat dunia akhirat, mati beriman sempurna, segala hajat qobul,
terkumpul dalam surga bighoiri hisab...

Aamiin aamiin aamiin...

Kisah Seorang Syekh berjulukan Manusia Tanpa Jantung


Syekh muhammad hariri beliau adalah salah satu murid kesayangan Al Habib Muhammad Al Haddar (mertua al habib umar bIn Hafidz )beliau terkenal dengan Mahabbah dan kerinduan beliau yg kuat dan dahsyat kepada Baginda Rasulullah Saw..suatu ketika beliau diagnosis di rumah sakit melalui X-tray (foto rongtegen). Sang dokter kaget setengah mati meliat cetak foto rongtegen pada bagian dada beliau, Sang dokter bertanya keheranan:
Engkau ini manusia atau bukan..?? Sang Syekh sambil mengeleng kan kepala, Dokter itu kembali bertanya..??
Kenapa engkau bisa hidup tanpa jantung Di mana jantung mu.?

Syekh tersenyum pelan,.Maaf jantungku ku titip kan pada kekasihku di madinah, Sayyidina Muhammad Saw.
Syekh muhammad hariri adalah orang yg sangat mahabbah ( cinta ) kepada Rasulullah dan begitu alim,Beliau hobi mengenakan pakaian serba warna hijau dan mampu meliat Rasulullah Saw baik dalam mimpi bahkan secara dhohir ( nyata )
Akan tetapi suatu ketika beliau masuk kota tarim,Beliau tidak bisa meliat Rasulullah Saw, Dan ketika beliau keluar dari kota tarim ( pulang ke tempat asal ) beliau bertemu Rasulullah Saw di dalam mimpi,
Beliau menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah Saw,. Memgapa ia tidak dapat meliat Rasulullah ketika berada di tarim..? Dan Rasulullah menjawab, Kalau engkau udah berada di tarim, cukup sudah engkau meliat aku lewat umar, ( yaitu Al-Habib umar bin hafidz )
Jadi benar lah kata Habib Abdullah bin syihab.

" Walau pun aku tidak pernah duduk di zaman al faqih Moqoddam walau pun aku tidak pernah duduk di zaman imam Haddad Tetapi aku cukup beruntung hidup di zaman Habib Umar Bin Hafidz "

Masyaallah beruntung lah kita masih bisa satu masa dengan Al-Habib umar bin hafidz,. MUdah mudahan hati kita tambah cinta pada kakek beliau yakni Rasulullah Saw.

Aamiin