Monday, July 6, 2020

12 Adab dan Sikap Seorang Anak kepada Ibu Bapak


Berbakti kepada Ibu Bapak Kita merupakan suatu kewajiban seorang anak. Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk selalu berbuat baik dan berbakti kepada orang tua. Seorang anak wajib memiliki Adap dan Sikap yang benar kepada Ibu Bapak.

Berikut ini kami tuliskan 12 Adab dan Sikap Seorang Anak kepada Ibu Bapak yang harus diteladani oleh kita sebagai anak menurut Agama Islam yaitu :

1. Mendengarkan dan Mentaati Perkataan Ibu Bapak.
Hendaklah kita mendengar dan mengikut segala perkataan ibu Bapak selama tidak bertentangan dengan hukum Allah SWT. Mentaati orang tua adalah suatu kewajiban selama apa yang dikehendaki oleh orang tua itu tidak bertentangan dengan hukum Allah SWT.

2. Menghormati Ibu Bapak
Hendaklah kita berdiri ketika ibu bapak berdiri karena menghormatinya.

3. Menjunjung Segala Perintahan Kedua Orang Tua
Hendaknya kita menjunjung segalah perintahan orang tua. Sesuatu yang boleh menurut Agama tapi kalau diperintah oleh kedua orang tua maka hukumnya berubahan menjadi suatu kewajiban yang harus dikerjakan. Contohnya Berdiam di rumah. Berdiam di rumah merupakan suatu yang boleh, tapi kalau diperintahakan oleh orang tua untuk harus berdiam dirumah, maka perintah tersebut berubahan menjadi wajib kita patuhi.

4. Beradap Jika berjalan di depan Keduanya
Jangalah kita berjalan di depan kedua orang tua kecuali dengan sikap yang memiliki adap yang baik.

5. Mengecilkan Suara jika Berbicara dengan Kedua Orang Tua
Janganlah kita mengangkat suara lebih tinggi dari suara kedua orang tua kita.  Jadi suara kita harus lebih kecil dari suara orang tua.

6. Memperkenankan Panggilan Kedua Orang Tua
Hendaknya kita memperkenan atau menyahut panggilan orang tua walaupun kita sedang melakukan shalat sunat. Lagi shalat witir atau kita lagi baca Alquran misalnya, kita mendengar panggilan Ibu maka kita wajib menyahut dan memperkenan panggilan ibu kecuali apabila kita sedang melaksanakan shalat Fardhu.

7. Selalu Meminta Keridhaan Kedua orang Tua
Hendaknya kita selalu senantiasa meminta keridhaan dan meminta ampun kepada kedua orang tua. Guna kita selalu mendapat ridhanya Allah SWT.

8. Hendaknya Bersikap Tawadhu' terhadap keduanya
Hendaknya kita bersikap merendah diri di hadapan kedua orang tua. Bertutur kata yang lemah lembut. Jangalah kita berkata-kata yang dapat menyakiti hati orang tua apalagi sampai menyakiti kedua orang tua.

9. Jangan Menyebut-nyebut Kekurangan Keduanya.
Hendaknya tidak menyebut-nyebut kekurangan kedua orang tua di hadapan orang lain.

10. Jangan Melihat kepada keduanya dengan Pandangan sebelah mata/Hina
Hendaknya kita memandang orang tua kita dengan penuh kasih sayang, jangan sampai jika melihat orang tua dengan pandangan yang hina. Karena yang demikian merupakan sikap orang yang durhakan kepada orang tua.

11. Jangan Melihatkan Muka yang Musam
Janganlah kita memasang muka yang musam kepada orang tua.

12. Jika Berpergian atau Musafir, Hendaknya Meminta Izi kepada Kedua, meski tidak serumah dengan orang tua.

Itulah 12 Adab dan Sikap Seorang Anak kepada Ibu Bapak yang wajib kita patuhi guna kita menjadi orang berbakti kepada kedua orang tua. Keridhaan Allah terdapat pada keridhaan orang tua kita, murka Allah terdapat pada murkanya orang tua kepada Kita.

Wednesday, July 1, 2020

Cerita HABIB MUNZIR tentang Luka di Kakinya


Saya (habib Munzir) dulu pernah terkena sakit luka gatal gatal dikaki, namun karena saat itu musim lalat, maka lalat mengerubuti luka dipunggung telapak kaki, maka terjadi infeksi, bengkak, bernanah dan (maaf) bau dan menjijikkan, saya tak bisa pakai sandal pula sebabnya, dan dokter menyarankan untuk tidak diferban, karena jika terkena air akan semakin bernanah karena air akan membuat debu menempel, dan disana tanah kering banyak berdebu.

saya tidak berani atau malu tidur bersama teman teman, takut mereka tidur tertendang, takut mereka jijik pula jika terkena sarung mereka,
kemana mana lalat terus mengerubuti luka itu, mereka seraya menggigitnya karena kerasnya mereka menghisap nanah dan luka luka menganga itu.
maka Guru mulia yg sangat santun ini memerintahkan saya tidur di ruang tamunya, karena disitu ruang tertutup, dan lalat sangat sedikit, dan air conditioner terus hidup, demi hamba bisa istirahat dg tenang dan luka tidak tersengat panas matahari dan udara.
sekali waktu tamu tamu datang, saya tidur tidak tahu ada tamu, kalau tahu maka saya akan menghindar tentunya,

saya bangun tamu sudah kumpul, para ulama besar yg akan makan siang,
anda tahu apa yg beliau perbuat dan katakan?
ini muridku munzir, ia sedang sakit kakinya tapi ia bersabar dan itu akan membuat derajatnya terangkat.

saya duduk dari rebah dengan baju kumal dan wajah bangun tidur yg sangat tidak layak menghadapi tamu, dan guru mulia melihat saya bangkit duduk beliau memandangi saya dg pandangan tajam seakan isyarat untuk jangan kemana mana,dan beliau mengalihkan perhatian para tamu pada hal hal pembahasan macam macam, supaya tamu tidak fokus dan tidak melihat luka bernanah dikaki saya karena mereka akan makan siang.

saya menutupi luka itu pelahan lahan dengan menarik sarung usang yg saya pakai, agar tamu tak melihat luka luka besar menganga dan sangat gatal di kaki saya.
melihat saya sudah menutupi luka, maka guru mulia kembali mengarahkan perhatian tamu pada saya dan berkata : munzir ini demam dan meriang, dia tak boleh kemana mana supaya istirahat diruangan ini saja…

memang luka luka bernanah yg infeksi itu membuat saya demam..
lalu guru mulia dan tamu yg berada kira kira 7 meter dari tempat saya, makanan prasmanan mulai dihidangkan dan setelah siap, beliau berkata : wahai munzir bagaimana keadaan demam mu ?, kiranya dirimu bergeser kesini untuk makan bersama kami, atau kau lemah maka biar kami yg menggeser prasmanan ke dekatmu..?
mendengar ucapan selembut itu saya bagai disambar petir, saya bangkit dan mendekat pd mereka dg terus menutupi luka….

sarapan pagi istri beliau memerintahkan anaknya menyajikan sarapan, makan siang dan makan malam saya bersama beliau…
ketika saya mulai pulih dan kaki mulai sembuh, memang kebetulan rumah beliau hanya berjarak sekitar 30 meter dari masjid..
maka lihat budi pekerti beliau, beliau lihat saya sudah bisa jalan kemana mana, namun dasar hamba malas yg masih berusia belasan tahun ini malas ke masjid, karena kebiasaan dimanja dirumah beliau, bukan di rumah santri,

beliau berkata sambil tersenyum lebar…. Alhamdulillah… kau sudah sangat fit dan jauh lebih sehat, bagaimana wahai munzir., kau mampu sedikit berolahraga dg berjalan dan shalat jamaah di masjid?, atau aku memapahmu ke masjid?. atau kau sudah siap berjalan sendiri..?, jika belum maka tetaplah shalat disini… jangan dipaksa, nanti lukamu kambuh lagi…
maka sayapun dengan sangat malu dan hati yang hancur karena dihantam akhlak luhur, saya jalan ke masjid dan mulai lagi berjamaah di masjid sbagai mna biasa, lalu saya kembali keruang tinggal santri, beliau tersenyum puas..
belum pernah saya temukan akhlak seagung ini di dunia, inilah bayangan Rasulullah SAW..

Friday, June 19, 2020

Begitu Cintanya Nabi Muhammad SAW Kepada Kita Umatnya


Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah ﷻ untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad,
Allah berpesan kepada malaikat Jibril
“Hai Jibril, jika kekasihku menolaknya, laranglah Izrail melakukan tugasnya!” Sungguh berharganya manusia yang satu ini yang tidak lain adalah Nabi Muhammad ﷺ...

Di rumah Nabi Muhammad ﷺ, Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam...
“Bolehkah saya masuk?” tanyanya... Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk sambil berkata, “Maafkanlah, ayahku sedang demam” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu... Kemudian Fatimah kembali menemani Nabi Muhammad SAW yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”. “Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, karena baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang...

“Ketahuilah wahai anakku, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia... Dialah malaikatul maut” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya...
Malaikat maut pun datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya... Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut Ruh kekasih Allah ﷻ dan penghulu dunia ini...

“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu” kata malaikat Jibril... Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan...
“Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya malaikat Jibril lagi...
“Kabarkan kepadaku bagaimana Nasib Umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar bahwa Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan Surga bagi siapa saja, kecuali Umat Muhammad telah berada di dalamnya” kata malaikat Jibril...
Detik-detik semakin dekat, saatnya malaikat Izrail melakukan tugasnya. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, TIMPAKAN SAJA SEMUA SIKSA MAUT INI KEPADAKU, JANGAN PADA UMATKU”

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum" (Peliharalah Shalat dan Peliharalah Orang-Orang Lemah Di Antaramu)”. Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii! (Umatku, umatku, umatku)”. Dan, berakhirlah hidup manusia yang paling mulia yang memberi Sinaran itu...

Menurut jumhur ulama sebagian Sakitnya Sakarotulmaut Seluruh umat Nabi muhammad sudah dilimpahkan kepada Sayyidina Muhammad....
Betapa mendalam cinta Rasulullah kepada kita Ummatnya, bahkan diakhir kehidupannya hanya kita yang ada dalam fikirannya... Sakitnya sakaratul maut itu tetapi sedikit sekali kita mengingatnya bahkan untuk sekedar menyebut Mengagungkan Pangilan Nabinya...
Allahumma sholli 'alaa Sayyidina Muhammad wa 'ala ali Sayyidina Muhammad....
Mudah2an kita termasuk ummatnya yg nanti di hari kiamat akan mendapatkan Syafaat baginda Rosulullah ﷺ, aamiin.....

Semoga kelak di akherat nanti akan berkumpul bersama Rasulullah dan mendapatkan Syafa'atnya  Baginda kita, Rasulullah Muhammad ﷺ....

Bersabarlah ketika Anda di Caci Maki


Suatu hari, Rasulullah SAW bertamu ke rumah Abu Bakar Ash-Shidiq ra. Ketika bercengkrama dengan Rasulullah, tiba-tiba datang seorang Arab Badui menemui Abu Bakar Shidiq dan langsung mencela Abu Bakar Shidiq . Makian, kata-kata kotor keluar dari mulut orang itu. Namun, Abu Bakar Shidiq tidak menghiraukannya . Ia melanjutkan perbincangan dengan Rasulullah saw. Melihat hal ini, Rasulullah Saw tersenyum.

Kemudian, orang Arab Badui itu kembali memaki Abu Bakar shidiq . Kali ini, makian dan hinaannya lebih kasar. Namun, dengan keimanan yang kokoh serta kesabarannya, Abu Bakar Shidiq tetap membiarkan orang tersebut. Rasulullah Saw kembali memberikan senyum.

Semakin marahlah orang Arab Badui tersebut. Untuk ketiga kalinya, ia mencerca Abu Bakar Shidiq dengan makian yang lebih menyakitkan. Kali ini, selaku manusia biasa yang memiliki hawa nafsu, Abu Bakar Shidiq tidak dapat menahan amarahnya. Dibalasnya makian orang Arab Badui tersebut dengan makian pula. Terjadilah perang mulut. Seketika itu, Rasulullah Saw beranjak dari tempat duduknya. Ia meninggalkan Abu Bakar Shidiq tanpa mengucapkan salam.

Melihat hal ini, selaku tuan rumah, Abu Bakar Shidiq tersadar dan menjadi bingung. Dikejarnya Rasulullah Saw yang sudah sampai halaman rumah. Kemudian Abu Bakar Shidiq berkata, “Wahai Rasulullah, janganlah Anda biarkan aku dalam kebingungan yang sangat. Jika aku berbuat kesalahan, jelaskan kesalahanku!”

Rasulullah menjawab,
“Sewaktu ada seorang Arab Badui datang dengan membawa kemarahan serta fitnaan lalu mencelamu, kulihat tenang, diam dan engkau tidak membalas, aku bangga melihat engkau orang yang kuat mengahadapi tantangan, menghadapi fitnah, kuat menghadapi cacian, dan aku tersenyum karena ribuan malaikat di sekelilingmu mendoakan dan memohonkan ampun kepadamu, kepada Allah SWT.”

Begitu pun yang kedua kali, ketika ia mencelamu dan engkau tetap membiarkannya, maka para malaikat semakin bertambah banyak jumlahnya. Oleh sebab itu, aku tersenyum.

Namun, ketika kali ketiga ia mencelamu dan engkau menanggapinya, dan engkau membalasnya, maka seluruh malaikat pergi meninggalkanmu.

Hadirlah iblis di sisimu. Oleh karena itu, aku tidak ingin berdekatan dengan kamu aku tidak ingin berdekatan dengannya, dan aku tidak memberikan salam kepadanya.
Setelah itu menangislah Sayidina abu bakar Shidiq ra ketika diberitahu tentang rahasia kesabaran bahwa itu adalah kemuliaan yang terselubung.

Wallahu ‘alam bish showab, wal ‘afu minkum,

Rahasia Dibalik Zikir


Menurut  Syeikh Ibnu Atha'ilah, boleh jadi ketika seorang hamba diam tak  berzikir, kalbu yang bertempat di dadanya akan segera bergerak meminta  zikir seperti gerakan anak di perut ibunya. Kalbu manusia ibarat Isa ibn  Maryam as., sementara zikir adalah susunya. Ketika besar dan kuat, ia  akan menangis dan berteriak karena rindu pada zikir dan objeknya  (Allah).

Zikir  kalbu ibarat suara lebah. Ia tidak terlalu nyaring dan menganggu,  tetapi tidak pula terlalu samar tersembunyi. Ketika objek zikir (Allah)  sudah bersemayam dalam kalbu dan zikir itu menjadi samar dan tak tampak,  maka sang pezikir takkan lagi menoleh pada zikir dan kalbu. Tapi, kalau  ia masih menoleh pada zikir atau pada kalbunya, berarti masih ada  hijab.

Kondisi  saat seseorang tidak lagi memperhatikan zikir dan kalbunya disebut  kondisi fana. Dalam kondisi seperti itu, ia melenyapkan dirinya sehingga  tak lagi merasakan keberadaan anggota tubuhnya, hal-hal lain di luar  dirinya, ataupun lintasan-lintasan jiwanya.

Semua  itu gaib dari dirinya dan dirinya juga gaib dari semua itu untuk  bergegas menuju Tuhan lalu lenyap di dalam-Nya. Seandainya masih  terbersit dalam benaknya bahwa ia sedang dalam kondisi fana berarti  kondisi fananya masih bercampur noda dan belum sempurna. Yang sempurna  adalah kalau ia telah fana dari dirinya sendiri dan fana dari  kefanaannya.

Jalan  pertama yang harus dilalui seorang salik adalah pergi menuju Allah.  Sebab, petunjuk hanya milik Allah. Seperti dikatakan Nabi Ibrahim as.,  “Aku pergi menghadap kepada Tuhanku. Dialah yang akan memberi petunjuk  kepadaku.” (Q.S. al-Shaffat [37]: 99). Ketika pergi menuju Allah telah  mantap dan berlangsung secara kontinyu sampai menjadi kebiasaan yang  melekat kuat, naiklah ia menuju alam yang paling tinggi seraya  menyaksikan hal hakiki yang paling sucii. Gambaran alam malaikat  tertanam kuat dalam dirinya dan kesucian lahut tampak jelas di  hadapannya.

Hal  pertama yang tampak di alam tersebut adalah substansi malaikat serta  alam roh para nabi dan wali dalam bentuk yang sangat indah. Dengan  perantaraannya, ia bisa mengetahui berbagai hakikat yang ada. Itulah  yang terdapat di awal perjalanan sampai pada tingkatan yang sulit  digambarkan. Dalam segala sesuatu al-Haq tampak secara jelas. Inilah  hasil dari esensi zikir.

Tahap  pertama adalah zikir lisan. Kemudian zikir kalbu yang cenderung  diupayakan dan dipaksakan. Selanjutnya, zikir kalbu yang berlangsung  secara lugas, tanpa perlu dipaksakan. Serta yang terakhir adalah ketika  Allah sudah berkuasa di dalam kalbu serta sirnanya zikir itu sendiri.  Inilah rahasia dari sabda Nabi saw., “Siapa ingin bersenang-senang di  taman surga, perbanyaklah mengingat Allah.” Juga sabda Nabi saw., “Zikir  diam (khafiy) tujuh puluh kali lebih utama daripada zikir yang  terdengar oleh para malaikat pencatat amal.” Syeikh Ibnu Atha’illah  dalam Miftah al-Falah wa Misbah al-Arwa.

Thursday, June 18, 2020

Keutamaan Menuntut Ilmu di Jalan Allah


Mengutip hadist Nabi Al Musthofa, ⠀
Sayyidina Mu'adz bin Jabal berkata : ⠀

"Tuntutlah ilmu, sebab menuntut ilmu karena Allah Azza wa Jalla itu merupakan perwujudan dari sikap taqwa kepada-Nya.

Menuntut ilmu bagian dari ibadah,
Mengulangi ulanginya berarti tasbih.
Membahas atau membicarakan ilmu senilai dengan berjihad di jalan-Nya.
Mengajarkan ilmu kepada orang yang tidak mengetahui berarti shodaqah.
Memperolehnya dari ahlinya berarti mendekatkan diri kepada-Nya.

Ilmu adalah teman dikala sendirian dan sahabat di waktu kesepian. Ilmu juga jadi petunjuk menuju jalan agama, pemberi nasehat bagi kesabaran di waktu suka maupun duka, penghibur lara di tengah kegelisahan, teman sejawat serta kerabat dekat di tengah orang-orang asing dan sekaligus pelita bagi jalan menuju surga. ⠀

Dengan ilmu, Allah Azza wa Jalla mengangkat derajat beberapa kaum, menjadikan mereka pemimpin, dan penunjuk jalan kepada kebajikan. Orang menjadikan mereka (ulama) perintis dan penunjuk jalan menuju kebaikan.

Jejak mereka diikuti, amal para ulama itu pun menjadi perhatian kita semua. Para Malaikat suka kepada tindakan para ulama, menaungi mereka dengan sayap sayap kemuliaan. Semua yang basah dan kering memintakan ampunan atas dosa para pengajar, bahkan ikan dan binatang di laut, binatang buas serta jinak di daratan, udara, sekaligus makhluk-makhluk di luar angkasa dan bintang juga turut mendoakan kebaikan bagi mereka". ⠀

{Diriwayatkan Abu Al Syaikh Ibnu Hayyan dalam kitab Al Tsawab}

Kisah Karomahnya HABIB SHOLEH BIN MUHSIN AL HAMID TANGGUL


Al wali al kabir, sohibul karomah, mujabaddu'ah...terkenal doanya yg mustajab...beliau berkata 'Du'a'i yasbiqul barq', doaku mendahului petir yg menyambar... Guru Sekumpul menjuluki beliau sebagai Syekh Abu Bakar bin Salim nya Indonesia...dulunya Habib Sholeh sering mengikuti pengajian KH. Ahmad Qusyairi di Tanggul, tetapi setelah tanda-tanda kewalian Habib Sholeh mulai nampak, KH. Qusyairi lah yang mengaji kepada Habib Sholeh....awal perjalanan suluk beliau dimulai ketika bertemu Nabi Khidir di stasiun Tanggul Jember...diriwayatkan beliau uzlah selama 3 tahun...kemudian beliau berangkat haji setelah mendapat isyarah dari datuknya Rasulullah saw untuk mengunjunginya di Madinah...Sepulang dari haji beliau kaget melihat rumahnya yg sederhana telah dipugar oleh masyarakat, dg sedikit menyesal beliau mengatakan, "Padahal di rumah itu saya sholat berjamaah dg Rasulullah lima waktu". Beliau khalifahnya al Quthb Habib Abu Bakar Assegaf Gresik...Habib Abu Bakar sendiri yg memakaikan imamah di atas kepala Habib Sholeh yg mulia...Wirid harian beliau adalah dalailul khoirot dan beliau merasakan kelezatan setiap mengamalkannya...Nasehat yg paling sering beliau sampaikan adalah agar berbakti kepada orangtua, menjaga sholat jamaah lima waktu, dan mengisi waktu antara maghrib dan isya dengan membaca quran...para wali yg sezaman dg beliau, seperti Habib Husen bin Hadi Probolinggo, Habib Ali Kwitang, Kiai Hasan Genggong, Mbah Malik bin Ilyas Purwokerto, Kiai Hamid Pasuruan, Habib Idrus bin Salim al Jufri Palu, Habib Abdul Qodir Assegaf Jeddah, dll seluruhnya mengakui ketinggian maqom beliau... sampai kiai Hamid Pasuruan dulu sering berpesan kepada murid2nya : 'kalau berpergian ke arah timur hadiahkan alfatihah untuk Habib Sholeh bin Muhsin Al Hamid Tanggul kalau berpergian ke arah barat hadiahkan fatihah untuk Habib Husen bin Abu Bakar al Aidrus Luarbatang'...

Beliau Habib Sholeh saat menjamu tamu tanpa pandang kelas...semuanya dilayani dg baik dan ramah...bahkan beliau sendiri yg menimba air dari sumur untuk keperluan tamu-tamu...
Ketika para tamu tidur nyenyak Habib Sholeh dengan sabar mengelilingi mereka dan meletakkan obat nyamuk bakar, agar semua tamu terhindar dari gigitan nyamuk...
Saat fajar menyingsing, beliau memberi makan kambing dg kulit pisang, bahkan ikan di kamar mandinya pun tak luput dari perhatian belas kasihnya...termasuk semut yg ada di kediaman mulianya tak lepas dari perhatiannya dg taburan gula sebagai makanannya...beliau sangat luar biasa kasih sayangnya kepada makhluk-makhluk Allah...
Peninggalan Habib Sholeh yg masih dirasakan berkahnya oleh banyak orang sampai sekarang adalah sholawat Mansub...

Karomah-Karomah Beliau

1. Mengobati Putri Raja Saudi

Sayyid Alawi bin Abbas Al-Maliki Makkah adalah ulama’ besar yang jadi rujukan hampir semua ulama pada masanya. Beliau juga salah satu penasehat Raja Saudi. Saat itu, Raja memiliki anak cacat sejak lahir. Anak itu tidak punya lubang dubur, karena lubang duburnya ada di pinggang.

Tentu saja, sang raja sudah datang ke pengobatan dimana saja. Tapi hasilnya belum membuahkan hasil yang memuaskan. Akhirnya Sayyid Alawi menyarankan agar sang raja mengundang seorang habib penuh karomah dari Indonesia yang bernama Habib Sholeh Bin Muchsin Al-Hamid atau akrab disapa Habib Sholeh Tanggul.

Sang raja akhirnya mengirimkan utusan untuk meminta Habib Sholeh Tanggul berkenan datang ke Arab Saudi. Habib Sholeh akhirnya bersedia dan berangkat bersama utusan sang raja.

Sang raja sudah menyiapkan jamuan istimewa kepada tamunya yang dikenal keramat ini. Sebelum bertemu langsung dengan raja, Habib Sholeh ngobrol santai terlebih dulu dengan Sayyid Alawi, baru kemudian menghadap sang raja. Anak sang saja sudah duduk di kursi kebesarannya.

Disamperin itu anak itu kemudian ditepuk-tepuk belakangnya sambil berkata: “Bekher Ente, Bekher Ente, InsyaAllah Bekher.”

Setelah mengucapkan itu, Habib Sholeh berkata kepada Sayyid Alawi Al-Maliki: ”Ayo Habib, kita pergi dari sini, Ana pingin ke tempat antum saja.”

Sang Raja Arab yang mendengar ucapan itu langsung berkata:

”Ya Habib Alawi, inikah yang antum bilang habib keramat itu, tidak ada salam tidak ada perbincangan, malah mau pergi begitu saja.”

Sayyid Alawi tetap bersikap santai dan tenang saja. Selang beberapa saat, anak raja yang duduk di kursi tadi berteriak.

”Allahu Akbar, Allahu Akbar. Lubang yang ada di pinggang ketutup berubah ke belakang sebagaimana manusia normal Lainnya. Oh iya, tadi belakang saya ditepuk-tepuk sama Habib Sholeh.”

Akhirnya sang Raja menawarkan satu peti berisi emas kepada Habib Sholeh.

“Simpan saja emasmu, Ana lebih kaya dari ente. Kalau perlu ana yang kasih ente,” jawab Habib Sholeh.

“Ya Habib Sholeh, Ana punya anak perempuan. Kalau mau putri ana, akan saya nikahkan denganmu lalu antum aku beri jabatan tinggi di sini,” kata sang raja.

“Simpan saja putri ente. Ana punya syarifah di rumah. Ana gak butuh jabatan dari Ente. Ana sudah punya jabatan dari Allah SWT.” jawab Habib Sholeh.

Mendengar pembicaraan ini, Sayyid Alawi Al-Maliki akhirnya menyarankan Habib Sholeh agar mau menerima emas tadi.

“Ya Habib Sholeh, kita di Hadromaut punya saudara-saudara yang susah. Ambil saja dan kasihkan kepada saudara-saudara kita di sana.”

Habib Sholeh akhirnya menerima saran Sayyid Alawi. Kemudian hadiah itu dibagikan kepada saudara-saudara di Hadramaut. Karena kisah ini, Habib Sholeh Tanggul di Hadramaut sana dikenal sebagai habib paling kaya di Indonesia karena sering membantu saudara-saudara yang ada di Hadramaut.

2. Mujarabnya Doa Beliau

Pernah di sebuah desa terjadi wabah penyakit ganas. Yaitu orang sakit sore keesokan paginya mati dan bila paginya sakit maka sorenya mati. Orang-orang menyebutnya penyakit 'pagebluk'. Akhirnya ada seorang penduduk desa yang datang ke Tanggul membawa sebotol air agar didoakan Habib Sholeh.

Ajaib, setelah meminum air barokah dari Habib Sholeh itu, ia langsung sembuh total dari penyakitnya. Berita kesembuhannya pun tersebar ke seantero desa. Keesokan harinya Masyarakat desa sebanyak 3 truck datang ke kediaman Habib Sholeh untuk meminta air barokah.

Habib Sholeh tentu kaget dan bingung, ada apa orang sebanyak itu datang ke rumahnya ? Setelah mengetahui maksud kedatangan mereka, Habib Sholeh memanggil perwakilan penduduk desa itu.

" Begini saja.. Di desa kalian ada danau.. ? " tanya Habib Sholeh.

" Ada bib.. "

Habib lalu mengambil secarik kertas, menuliskan sesuatu, menggulungnya lalu berkata :

"Ini kertas lemparkan di danau, nanti semua penduduk suruh minum dari situ.. "

"Baik bib.. "

Mereka lalu pulang dan melaksanakan apa yang di perintahkan Habib Sholeh. Dan benar saja, semua penduduk yang minum dari air danau itu sembuh dan sehat wal afiat. Tidak ada satupun yang mati oleh penyakit mengerikan itu.

Lurah desa takjub sekaligus penasaran apa tulisan dibalik kertas ajaib itu ?

Lalu ia pergi ke danau dan mengambil lagi kertas itu. Ia membukanya dan mencoba membaca tulisan yang ada di dalamnya. Ternyata, yang ditulis dalam kertas itu bukan rajah-rajah Arab atau semacamnya. Disitu hanya terdapat sebuah tulisan latin  yang berbunyi :

" SELAMAT TINGGAL PENYAKIT.. "

Subhanallah...

3. Mendoakan Nelayan

Suatu ketika, Habib Soleh didatangi oleh seorang pemuda yg menjadi seorang nelayan...pemuda tersebut menceritakan kepada Habib Soleh dan minta didoakan agar mendapat tangkapan ikan yg sangat besar biar bisa dijual mahal..
Kata nya dg logat madura.
"Bib, doakan saya bib semoga nanti malam manceng dapat ikan yg de gede bib. Ayo bib angkat tangannya bib doakan saya"

Kata Habib Soleh,
"Kan lebih baik kecil2 tapi setiap hari ?
Dikit2... bersyukur nanti ALLAH pasti tambah lagi"

"Bosen saya bib...
Tiap hari cil kecil teros...
Sekali2 yg guede bib..."

Karena dipaksa Habib pun mengangkat tangannya...
"Semoga ALLAH beri ente ikan yg besar...Amin..."

Alangkah senengnya pemuda tersebut...
Setelah mencium tangan Habib ia pun pergi langsung melaut pada malam hari nya...

Namun masya Allah...demikianlah doa waliallah.
Betul hari itu ia mendapat ikan yg sangat besar tapi ia tak mau ambil. Cepat2 ia kembali ke darat...Habis Subuh ia datangi lagi rumah Habib Soleh agar membatalkan permohonannya kepada Allah. Sambil ketakutan dan masih gemetaran ia menyampaikan ceritanya.

"Sudaaaahhh...Sudaaaahhh bib...kensel bib...kensel...batal bib. Jangan berdoa lagi bib..."

"Kenapa ?" tanya Habib.
"Saya saat mau tarik pancing yg pertama kali nongol matanya bib....Mata nya itu sak tempeh bib...
( maksud nya sak Tempeh itu senampan besar)
"Ampuuuuunnn bib...Mata nya aja sudah sak perahu saya bib...Lebih baik saya syukur dah dg yg kecil2 aja bib..."

Habib Soleh hanya tersenyum saja.

4. Keberkahan Foto Habib Soleh

Cerita ini pernah diutarakan oleh Al Habib Muhammad bin Sholeh Al Hamid Tanggul.

Dulu, ada pecinta Habib Sholeh di daerah Ampel Surabaya. Dia sedang sangat membutuhkan biaya besar untuk kebutuhan keluarganya. Di rumahnya terpajang foto Habib Sholeh Tanggul dan setiap ia melihat foto tersebut selalu bermohon kepada Allah dengan berkah Habib Sholeh, semoga ia mendapatkan uang yang ia butuhkan, hal itu dilakukannya berkali-kali.

Sampai pada akhirnya, Habib Sholeh didatangi oleh beberapa pejabat pemerintah utusan Adam Malik, mereka datang membawa hadiah untuk Habib sejumlah Uang yang banyak, pada waktu itu Habib Sholeh berkata pada para pejabat yang hadir di rumahnya.

"Coba ambil uang yang kalian bawa sejumlah sekian juta, dan serahkan uang itu kepada fulan yang rumahnya di daerah Ampel Surabaya, bilang ini dari Habib Sholeh Tanggul atas karunia yang Allah berikan untuknya, hanya itu saja, selebihnya kalian bawa kembali."

Waktu itu Habib Sholeh meminta kepada putranya, yaitu Habib Muhammad bin Sholeh AlHamid, untuk menulis alamatnya, dan surat kepada si penerima uangnya.

Tidak lama utusan pejabat itu sampai di rumah orang yang dimaksud Habib Sholeh,  lalu menyerahkan uang tersebut sebagaimana arahan Habib. Orang tersebut jatuh tersungkur sambil berucap Alhamdulillah, barakah cucu Rasulullah, lalu ia buka surat dari Habib Sholeh yang isinya:

"Uang ini yang kau butuhkan sebagaimana permintaanmu kepada Allah di saat memandang gambarku."

Subhanallah...

5. Pertemuan Habib Soleh dan Habib Idrus bin Salim Al Jufri Palu

Alkisah ketika Guru Tua Al Habib Idrus bin Salim Al-Jufri berkunjung kekediaman Al Quthb Maula Tanggul Jember Al-'Allamah Al-Habib  Sholeh bin Muchsin Al Hamid bin Syech Abubakar bin Salim, bersama Ustad Abdulloh Abdun [ Pendiri Pondok Pesantren Darut Tauhid Malang ] dan juga murid-murid Guru Tua lainnya.

Malam itu beliau dan beberapa santrinya tidak  bertemu dengan Habib Sholeh Tanggul, akhirnya beliau putuskan untuk menginap di Kota Tanggul. Pagi harinya beliau beserta murid-muridnya langsung bertemu dengan Habib Sholeh dan bercengkrama tentang kalam salaf-salaf bani alawiy, lalu beliau semua makan bersama.

Singkat cerita ....
Maka Al-Habib Muhamad Al-Bahar datuknya Wan Sehan Sang Wali Majdzub menyenandungkan Qosidah Nabi dengan suara yang teramat merdu sekali disertai tetabuhan Marawis dan Gendang Hajir, kemudian Guru Tua Palu Sulawesi Tengah Al-Alim Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri menari Zafin bersama-sama yang lainnya.

Suasana semakin Riuh Ramai dengan hentakan Hajir Marawis Alunan Zaffin kesenangan Para Saadah Bani Alawiy, kemudian Guru Tua menarik Tangan Al-Quthb Maula Tanggul untuk berdiri menari Zaffin bersamanya, dan Al Habib Sholeh Tanggul memainkan Samar khas Hadromi.

Subhanalloh wa Maasyaa Alloh ketika Habib  Sholeh Main Samar, foto-foto Wali Alloh { yang berada d alam barzakh } yang menempel di dinding rumahnya Al Quthb Al-Habib Sholeh bin Muchsin Al-Hamid semua berterbangan ikut Joget hingga banyak yang menyaksikan pingsan dan berteriak SUBHANALLOH... SUBHANALLOH.. MAASYAA ALLOH.
Hingga Al-Habib Sholeh dan Guru Tua Palu Habib Idrus berkata, "Penduduk barzakh juga ikut gembira atas pertemuan kami berdua...."

Hingga dihentikan oleh Al-Habib Muhamad Al-Bahr { Kakeknya wan sehan }, lalu Al-Quthb Maula Tanggul Al-Habib Sholeh waktu itu FIIL HAAL {dalam keadaan fana fillah} hingga di sadarkan oleh Guru Tua Sulawesi Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri.

Setelah disadarkan oleh Habib Muhammad Al Bahr dan Habib Idrus Al Jufri, maka kembalilah foto-foto wali-wali Alloh yang sudah wafat ke tempatnya masing-masing.

Kisah ini diceritakan langsung oleh saksi mata kejadian yaitu Waliyah Syarifah Hababah Khadijah binti Al Quthb Al 'Allamah Al Habib Sholeh bin Muchsin Al-Hamid Maula Tanggul Jember atau Umik Njun { Ibunda Habib Hadi Assery }

6. Berkat Menghadiri Haul Habib Soleh

Setiap tahun di minggu kedua bulan syawal, ribuan orang akan tumpah ruah ke jalan untuk memperingati perayaan Haul Akbar Al Habib Sholeh bin Muhsin Al Hamid Di Tanggul Jawa Timur . Ada seorang jama'ah berasal dari madura yang ingin hadir kesana , ketika sampai disana beliau melihat ribuan orang yang hadir memadati tempat acara untuk hadir acara haul. Ketika acara haul selesai sudah seperti biasa panitia mengeluarkan hidangan nasi kebuli untuk para jama'ah yang hadir, karena banyaknya jama'ah yang hadir sehingga nasi kebuli banyak yang tumpah jatuh ke tanah. Lalu si madura tersebut mengambil plastik untuk memunguti nasi kebuli yang berserakan jatuh ke tanah tersebut. Setelah selesai pulanglah orang madura tersebut. Sesampai di rumah si madura tersebut membuka plastik yang berisi nasi kebuli yang dia ambil waktu acara Haul Habib Sholeh Tanggul, nasi kebuli itu di sebar ke ladang sawah miliknya, beberapa bulan kemudian sawah ladang itu menghasilkan panen yang banyak dan kualitas yang jauh lebih baik dari musim sebelumnya.

Subhanallah...

Sungguh tidak akan merugi di dunia dan di akhirat orang-orang yg hatinya terikat dg kekasih-kekasih Allah...

Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammad wa alihi wa sohbihi wa sallim. Ila ruhi habib Sholeh bin Muhsin Al Hamid Tanggul al Fatihah...